PELAJAR DI 4.0 MERAWAT HARAPAN DI TENGAH PERANG INFORMASI DAN DENTUMAN DISRUPSI
Dunia bergerak..
yang telah usai :
- Kolonialisasi Fisik (ekspansionis)
- Pergerakan Nasionalisme dan Kemerdekaan
- Matinya Feodalisme Tradisional, dan munculnya konservatisme 'rasional' (demokrasi, Islamphobia, LGBT, pemilu, kapitalis, dll)
yang berlangsung :
- Matinya kebenaran (Post Truth)
- Global dan Lokal tak lagi superior atau superior
- Informasi dan Disinformasi sebagai Panglima
Isu Global, Isu aktual..
- Wacana - wacana yang secara luas dan massif diperbincangkan diberagam belahan bumi serta memiliki dampak besar bagi sebagian besar entitas ekosistem hidup / kehidupan. Wacana yang menimbulkan ketergantungan satu sama lainnya (Interdependent). Misalnya : ancaman hilangnya energi berbahan fosil, pemanasan global, terorisme, dll
- Selalu aktual dan aktualitas ini di tentukan oleh persebaran informasi. Kekuatan pengetahuan / kepakaran / legitimasi.
Top Ten Global Issues
1. Climate Change
- Global Warming
2. Communicalde Disease
- HIV/AIDS, Malaria, TB
3. Conflicts
- Sudan, Iraq, Ethiopia
4. Education
- Literacy Rate
5. Financial Instability
- Poverty, Third World Debt
6. Govermance and Corruption
- Burma, Somalia, Chad
7. Malnutrition and Hunger
- Africa, Haiti, Afganistan
8. Population
- Growth, Sustainability
9. Sanitation and Water
- Hygiene, Disease
10. Subsidies and Trade Barriers
- Stop Economic Growth
Topik in "Global Issues"
Potential to affect a large number of people, animal, or the environment worldwide
- Racism
- Poverty
- Discrimination
- Homelessness
- Media Literacy
- Human Rights
- Peace and Conflict
- Consumer education
- Sustainability of natural resources
Identifikasi isu - isu global yang dekat dengan dunia 'pelajar', kaum milenial..?
1.
2.
3.
Konseptualisasi isu, memenangkan wacana di 4.0
1. Isu -isu Agama / Politik
2. Isu Perdamaian dan Multikultural
3. Isu ekologi : Perubahan Iklim dan Keadilan Lingkungan
4. Isu Literasi : Disrupsi, Pengetahuan, Informasi, tata baru kehidupan
Literatur memandu pengetahuan, memperkuat tindakan (individual, kolektif lokal, global)
- Seorang pelajar tercerahkan, jalan hidupny dibimbing oleh cahaya pengetahuan.
- Jika menginginkan pengetahuan, Anda harus mengambil bagian praktik yang mengubah realitas, (Mao Tse Tung, 1937)
- Sebagai refleksi saya mencoba menyajikan bagaimana isu agama / wacana literatur bertumbuh - berkembang dan posisi orang - orang serta tindakan pengorganisasiannya.
#Agama/Politik
Konflik agama, peradaban, Islam vs Barat, dalam kesenjangan informasi
- Agama viral, viral agama : anti agama dan 'agama - agama baru'
- Bangsa majemuk dan tantangannya.
- Majemuk dan plural dalam kebngsaan, dan dalam praktik keagamaan
- Terorisme global "tak ada agama bagi teroris"
- Moderasi Islam / Islam tengahan sebagai kebutuhan global
Mulim muda, Pelajar Milenial
- Berebut 'Milenial'sebagai komoditas ekonomi politik. Juga, komoditas / komunitas agama.
- Di saat yang bersamaan berebut kelas menengah (ekonomi sharing, inovasi, socialpreneurship, dll)
- "Jangan kau mati, kecuali sudah mengamalkan tindakan - tindakan sebagai kaum milenial yang kreatif, inofatif dan kaya/mapan"
- Menulis, inovasi, kemandirian adalah beberapa hal dari skill muslim milenial
You are what you read..?
- Bagaimana bacaan kaum muda membentuk karakternya..?
- Bagaimana social media yang diikutin beserta celebdigital dapat membentuk konstruksi pikiran / ideologi dan praktik sosial politik keagamaan..?
- Disinformasi dan kesenjangan informasi / pengetahuan menjadi persoalan.
Temuan Tim Peneliti UIN SUKA :
Berbeda dengan temuan riset terdahulu yang menemukan signifikansi literatur - literatur ideolog Islamis di kalangan aktivis dan pembaca Muslim muda, tulisan ini menunjukkan bahwa generasi Muslim yang kahir di tahun 1990an - atau dikenal dengan istilah generasi milenial - umumnya tidak lagi membaca literatur - literatur ideolog Islamis seperti para pendahulu mereka. Generasi Muslim muda baru ini lebih suka mengakses pengetahuan keislaman dari karya - karya yang ditulis oleh para penulis Muslim Indonesia yang mengapropriasi dan mengemas ide - ide Islamis tersebut ke dalam budaya pop seperti tulisan populer, novel dan komik.
Literatur - literatur kaum muda di Indonesia (baca: Milenial)
* Silahkan dilihat presentasi peneliti UIN Sunan Kalijaga (Najib Kaelani)
Agenda aksi..?
1. Penyediaan bacaan kaum milenial 'wasyatiyah'
2. Penyebaran informasi yang bernilai utama melalui beragam media
3. Mentradisikan refleksi literatur di kalangan pelajar
4. Membangun jaringan nasional, regional maupun internasional isu-isu terkait. Penertiban buku Bersama, penerjemahan buku, dll
5. Dan sebagiannya yang bisa dirumuskan peserta TMU
#Perdamaian / Multikulturalisme / Pluralisme
Dunia damai : tanpa negara, tanpa agama, tak ada surga dan tak adaneraka..?
- Bgaimana konstruksi (worldview) seseorang tentang kehidupan damai..?
- Bagaimana liberalism, sekularisme, multikulturalisme, pluralism sebagai 'komoditas intelektual' yang bermakna aktual..? (baca buku Carool Kersten, 2018)
- Siapa penyeru perdamaian..? Siapa dan bagaimana perdamaian dicapai..?
- Dialog dan 'home visit' sebagai mekanismenmencari damai.
Gerakan purifikasi dan politik/anti politik
Teror, Harapan dan Pasca Kebenaran
- Terorisme, radikalisme di kalangan pelajar (kasus Rohis yang dihasilkan oleh penelitian CRCS UGM 2016)
- Akar ketidakadilan, lemahnya negara dan kontestasi ideologi
- Produksi dan reproduksi ketegangan - ketegangan yang tak tak tertahankan berujung pada peminggiran ide kebenaran. Viral lebih dapat diandalkan sebgai kekuatan peekan ketimbang obyektifitas dan legitimasi scientific.
#Perubahan Iklim dan Urusan - urusan Ekologi yang Tak Serius ditangani
Masa depan manusia, termasuk pelajar digenggaman ekosistem / ekologi
-Persoalan ekologi adalah darurat bagi sebagian besar penduduk bumi
-Orientasi modernitas, kekuasaan kapitalistik, pertumbuhan ekonomi membunuh kesehatan ekologi dunia.
Keterdesakan global (edikit dari buku yang beredar di banyak negara diterjemahkan tahun 1980-an isu lingkungan)
Konteks Indonesia sendiri, dll
TERROR EKOLOGI merupakan situasi yang kompleks, melibatkan teologi, politik dan juga pasar monopolistik-Kapitalistik.
#Jalan Advokasi
VOTE FOR LEADERS WHO WILL FIGHT CLIMATE CHANGE BY
ENDING FOSSIL FUEL SUBSIDIES
INVESTING IN RENEWABLES
LEAVING FOSSIL FUELS IN THE GROUND
SUPPORTING A PRICE ON CARBON
#Gerkan Moral Ekologi Butuh Panduan
CONSUME DIFFERENTLY
WHAT YOU BUY
WHAT YOU EAT
HOW YOU GET YOUR POWER
Agenda aksi
- Buku Etika hijau pelajar (karakter/etos ekologi) sebagai praktik keimanan dan keislaman. Maka Pendidikan melek ekologis menjadi penting untuk mewujudkan bahwa manusia adalah makhluk ekologis artinya kemampuan memahami prinsip - prinsip dasar ekologi dan hidup sesuai dengan prinsip prinsip ekologis.
- Praktik - praktik kegiatan menjaga lingkungan hidup dapat berupa kegiatan - kegiatan yang aktual, kolaboratif, kontekstual.
- Menyuarakan ke dunia apa yang sudah dilakukan (belajar dari pengalaman environmental Muslim groups di USA).
- Sekolah ekoliterasi : sekolah politik pelajar hijau : sekolah kader hijau, One World For All (Penggunaan Bahasa juga penting untuk menandai derajat integrase global gerakan pelajarMuh)
- Membangun jaringan internasional isu-isu lingkungan
- Dan seterusnya
#Isu Pembangunan Literasi
Pembangunan Literasi Semesta, Jalan Panjang mengurangi persoalan yang tak dapat dihentikan
- Negara semakin menganggap penting literasi lima tahun terakhir ini, peran CS juga tak dapat diabaikan, terlebih kaum muda. Setidaknya eksistensi FTBM, STP, dll sebagai bukti
- Literasi sebagai praktik sosial, masih sangat termarjinalkan
- Kecerdasan kaum milenial, barangkali bukan kecerdasan tetapi kemampuan adaptasi yang wireless atau cyber.
- Literasi buruk negaranya miskin, dan sebaliknya. Ini dapat dijelaskan analisisnya.
- Literasi digital, digitasi, IoT.
Pembangunan Literasi Aktual
Perlunya LITERASI BARU Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0
Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat.
Sudah siapkah kita..? Menyiapkan lulusan lebih kompetitif
Literasi Baru (Aoun, MIT, 2017) :
- Literasi Data : Kemampuan untuk membaca, analisis dan menggunakan informasi (Big Data) di dunia digital.
- Literasi Teknologi : Memahami cara kerja mesin, aplikasi teknologi (coding, Artificial Intelligence, dan Engineering Principles).
- Literasi Manusia : Humanities, Komunikasi dan Desain.
LITERASI MANUSIA
Agar manusia bisa berfungsi dengan baik di lingkungan manusia : Humanities, Komunikasi dan Desain.
mengembangkan kapasitas kognitif mahasiswa : higher order mental skills, berpikir kritis dan sistemik : amat penting untuk bertahan di era revolusi industri 4.0.
* Keterampilan
1. Kepemimpinan (Leadership)
2. Bekerja dalam tim (team work)
* kelincahan dan kematangan budaya (Cultural agility) :
Mahasiswa dengan berbagai latar belakang mampu bekerja dalam lingkungan yang berbeda (dalam/luar negeri).
* Entrepreneurship (termasuk social entrepreneurship) :
Harus merupakan kapasitas dasar yang dimiliki oleh semua mahasiswa.
Bagaimana mengajarnya..? (Aoun, 2017)
- Studi tematik berbagai disiplin, hubungan dengan dunia nyata, project based-learning.
- Melalui General Education, Ekstra-kurikuler.
- magang / kerja praktek / co-op program (al. higher order skills, leadership, team work) (northwestern,2014)
Radikalisasi Informasi (Ir 4.0)
- Penguasa data dimengerti sebagi pengendali banyak hal dan superior.
- Sumber daya paling bernilai di era IoT atau IR 4.0 adalah DATA. siapa yang menguasai informasi/big data ia menguasai dunia.
- Pertanyaanya : Bisakah menjalani, High tech sustainable development..? Bagaimana itu..?
- Bisnis dan online kapitalisme (e-capitalism, e-neoliberalism, e-money), ini bisa jadi melahirkan kembali 'dekade keserakahan' yang disinggung Stiglitz(2005).
70-90 % pekerjaan manusia beralih ke robot, sejenis kongritisasi darimvirtual intelligence.
Agenda aksi
- Internet sebagai perpustakaan, bukan sekedar hiburan
- Dakwah berbasis pengetahuan di era digital (panduan dan praktik)
- meningkatkan kapasitas literasi 4.0 dikalangan pelajar
- menciptakan beragam infrastruktur kreatif untuk melipatgandakan daya ubah pengetahuan : perpu komuitas digital, networking literacy, dll
- Ada kehidupan yang perlu dikelola yaitu lingkungan hidup, digital bukan segalanya, sehingga perlu yang namanya gerakan ekoliterasi di kalangan pelajar.
- Kunci : Setia pada tindakan - tindakan kecil sembari menyiapkan tindakan besar bagi kehidupan global.
- Membangun jaringan internasional isu-isu terkait.
Selamat berdiskusi..
by : David Efendi





0 komentar:
Posting Komentar