7 Cara Mudah Melejitkan Ide Menulis Untuk Pemula



PENDAHULUAN

Kenapa saya menulis e-book ini?

  Tak terasa ternyata telah lebih dari lima tahun saya menggeluti  dunia  menulis.  Dan  berbagai  kelas menulis  telah  saya  adakan,  mulai  dari  Jakarta, Bandung,  bahkan  di  Surabaya.  Hal  tersebut membuat saya banyak mengerti apa yang menjadi permasalahan bagi banyak orang dalam menyelesaikan karyanya.

  Kebanyakan  mereka  mengalami  hambatan  dari dalam diri mereka sendiri, seperti tidak percaya diri terhadap tulisan sendiri, kehilangan ide kreatif dan masih banyak lainnya.

 Tak  jarang  juga  ada  diantara  mereka  yang mempertimbangkan  benefit,  misalkan  mereka bertanya;  apa  sih  yang  akan  saya  dapatkan  kalau saya  punya  karya?  Dan  kalau  terbit  di  salah  satu penerbit  mayor  sekalipun,  emang  berapa  banyak uang yang bisa saya dapat?

  Saya  sadari  setiap  orang  memiliki  permasalahan yang  berbeda-beda,  begitupun  juga  motif  mereka juga  beragam.  Dalam  e-book  mungil  ini  saya memfokuskan      tentang    apa    yang    menjadi permasalahan  bagi  kebanyakan  orang  yang  ingin segera  memiliki  naskah.  Jadi,  ebook  ini  saya persembahkan khusus mereka yang sudah memiliki motif  untuk  menulis.  Bukan  mereka  yang  masih banyak  bertanya  tentang  apa  untungnya  memiliki satu karya tulisan.

 Saya  yakin,  banyak  dari  teman-teman  yang  ingin memiliki  satu  karya  tanpa  mempertimbangkan benefit financial, namun mengalami problem dalam menuangkan ide, atau bahkan mengalami kemandeggan  ide.  Buku  ini  sangat  cocok  untuk kamu.

  Ingin punya karya dengan motif benefit financial itu tidak salah. Bagi saya itu sah-sah saja, karna itu saya saat  ini  menulis  satu  karya  berjudu  “penulis  kaya  penulis miskin,” judul buku tersebut terinspirasi dari satu karya Robert T. Kiyosaky. Memang Robert benar sekali, dalam segala profesi  selalu ada yang berhasil dan kurang beruntung, ada yang  kaya  ada  yang  miskin.  Dalam buku  tersebut, saya  mengulas  tuntas  road  mapping  dunia penulisan, dan apa saja yang dilakukan para penulis- penulis berhasil itu. Kembali  lagi  pada  karya  ini.  Sebelumnya,  teman-teman  yang  telah  mengikuti  Mentoring  Menulis dengan  saya,  meski  mereka  telah  saya  kasih  tahu tips-tipsnya, masih sering sekali mereka melakukan kesalahan.  Sehingga  salah  satu  dari  murid  saya memberi saya masukan untuk menjadikan tips-tips dari  saya  itu  untuk  dijadikan  satu  buku  panduan menulis untuk pemula.

  Akhirnya  saya  pun  menerima  saran  tersebut.  Dandengan  senang  hati,  kini  karya  tersebut  ada  ditangan Anda.

  Saya sangat berharap dengan e-book sederhana ini, teman-teman  penulis,  ataupun  yang  baru  ingin menulis, dapat segera menyelesaikan karyanya.

  Tips-tips disini sangat sederhana, sehingga siapapun kamu,  pasti  bisa  menjalaninya  dan  menyelesaikan naskah karyamu. Kunci dari kesuksesan seluruh tips ini adalah; LAKUKAN SEKARANG JUGA.

  Banyak  sekali  orang  senang  menunda-nunda, sehingga  apa  yang  ia  inginkan  tidak  penah  ter realisasi.  Saya  harap  kamu  yang  telah  memiliki ebook  ini,    bukan  type  orang  semacam  itu.  Karna orang yang senang menunda-nunda, pada akhirnya tidak akan sampai kemana-mana. Ia akan tetap dititik  ia  semula  berdiri.  Sekali  lagi,  semoga  teman-teman yang telah memiliki ebook ini adalah orang-orang yang senang mensegerakan pekerjaan.

  Saya beri tahu satu bocoran rahasia tentang sebuah karya. Banyak sekali hal-hal baik tak terduga  akan terjadi  dalam  hidup  kamu.  Misalkan,  Banyak penawaran  dan  kesempatan  baik,secara  financial ataupun bukan. Al-hasil, jika satu karya telah selesai dan  publish,  kamu  akan  menemukan  hal-hal  baik yang tak terduga sebelumnya.

Maka, bacalah e-book ini, praktekkan, lalu lihatlah hal-hal luar biasa terjadi dalam hidupmu.

Termikasih  untuk  teman-teman  yang  telah membaca ebook ini, dan semoga bermanfaat.


1. BAHAN BAKU TULISAN

  Membuat suatu karya sama seperti membuat satuhidangan masakan. Tentu untuk menciptakan satu hidangan makanan Anda memerlukan bahan baku bukan? Itulah mengapa dalam tulisan ini saya memberinya judul bahan baku tulisan. Selain  itu,  yang  telah  umum  kita  ketahui  adalah; bahwa tulisan adalah samudra pengetahuan. Dan  tentu  saja  banyak  yang  sepakat  jika  saya mengatakan hal tersebut. Sebab, memang begitulah kenyataannya. Dan FAKTANYA, buku telah berhasil menghantarkan dunia  dan  manusia  pada  sebuah  pencapai peradaban yang demikian pesat ini.

  Teknologi  yang  berkembang  mutakhir  adalah produk dari peradaban yang sulit diabaikan. Sebagai proses  dari  pengembangan  pengetahuan.  Budaya baca dan tulis sebagai transfer pengetahuan. Pun  halnya  dengan  trand  membaca  dan  menulis. Membaca  kini  telah  menjadi  kebutuhan  yang esensial.  Setiap  saat  kita  terus-menerus  dihajar dengan ragam informasi berupa tulisan. Bukan hanya itu, pola komunikasi pun hampir 80? berlangsung  menjadi  komunikasi  tulisan  lewat smartphone. Lihat  saja  aneka  aplikasi  chating,  medsos  yang jumlahnya begitu banyak.

  Bagi saya merupakan sebuah kesempatan, dimana kita  bisa  memuaskan  pengetahuan  dan  sekaligus menyebar  pengetahuan  seluas-luasnya  malalui menulis. Serta terus meningkat diri dalam membaca ragam informasi, agar apa yang kita sajikan dalam tulisan betul-betul kaya akan ilmu dan inspirasi.

2. SAAT IDE DALAM KABUT KATA

  Kabut  kata  adalah  istilah  yang  saya  buat  untuk sebuah ide yang masih belum jelas. Ya, belum jelas bagi orang lain. Namun, mungkin sangat jelas dan brillian bagi Anda. Kata adalah sebuah wadah ide, sedangkan kata sering  memiliki banyak penangkapan makna saat dikomunikasikan.  Itulahsaat  dimana  sebuah  ide  akan  diragukan,  lalu bagaimanakah jika hal itu terjadi dengan ide-idemu?  Padahal sejauh yang Anda amati ide anda itu sangat menarik. Lalu bagaimana jika hal demikian terjadi? Selalu  saja  ketika  sebuah  ide  baru  muncul,  akan selalu  ada  orang  yang  meragukannya  sambil mengatakan bahwa idenya sebenarnya bagus. Tapi belum teruji. Tapi begini, tapi begitu. Dan  pada  saat  ide  itu  bekerja  dengan  baik, menjelma menjadi hasil yang baik, orang yang sama sudah tertinggal puluhan langkah. Begitulah  ide  muncul  diragukan.  Saat  terbukti berhasil, ia melesat meninggalkan para peragu. Para kreator, tahu betul bagaimana nasib kelanjutan  dari idenya. Ia fokus. Mengabaikan banyak keraguan dan cemoohan.
  ...ibarat  sebuah  kereta,  akan  meninggalkan  para peragu yang tidak mengambil tindakan dan hanya diam di depan pintu kereta.

Untuk yang saat ini sedang berjuang mewujudkan mimpi, gagasan besar dan idealisme.

Bersabar fokuslah hanya pada mimpi besar dan hasil akhir,  sebab  dengan  itulah  satu-satunya  jalan menuju kesuksesanmu.

3. YUK, OLAHRAGAKAN OTOT MENULIS KITA

  Apa yang harus dilakukan untuk menggerakkan diri sendiri dan orang lain untuk bergerak? Pertanyaan itu sangat pelik untuk dijawab.

  Simon  Sinek  menjawab  dalam  bukunya  yang berjudul  'Start  with  Why'  dengan  menekankan
bahwa, untuk memengaruhi orang secara maksimal, mulailah dari why.

Maksudnya?

  Disadari atau tidak, banyak orang ketika melakukan sesuatu  hanya  fokus  pada  what  (apa)  dan  how (bagaimana), bukan pada why (kenapa).

Padahal, untuk mendapatkan hasil maksimal, faktor "why" menjadi penentu.

  Misalnya,  katakanlah  ada  seorang  sahabat  yang berhasil menuntaskan menulis buku dan kemudian bukunya menjadi best seller dan penghasilan besar dari penjual buku.

  Biasanya, sebagai manusia normal, kita cenderung kepo  dan  bertanya,  "Wih,  gimana  caranya?  Bener gak?

Coba perhatikan ini baik-baik!!!!
  Kebanyakan  dari  kita  langsung  mencari  tahu  how nya (caranya) ketimbang why nya (alasannya).

Coba rubah cara berpikirnya dengan cara bertanya,
  "apa ya yang membuat dia bisa seperti itu?"

  "Kenapa ya dia melakukan itu?"

  "Kenapa ya dia melakukannya se-gila itu?"

  "Kenapa ya dia kok bisa konsisten dan seistiqomah itu?"

  Kenapa? Kenapa? Kenapa?

  Selalu berpikir: "kenapa", start with why.

  Semoga bisa dipahami. SekarangSekarang, mari kita bicara soal nulis buku. Coba pikirkan, apakah Anda sudah memiliki jawaban yang kuat atas pertanyaan- pertanyaan berikut ini:

1. Kenapa Anda memutuskan menulis buku?

2. Kenapa Anda memilih tema itu?

3. Kenapa Anda harus menulis setiap hari?

4.  Kenapa  Anda  tidak  malu  menuangkan  gagasan dalam tulisan?

5.  Kenapa  Anda  tidak  takut  dikritik  dan  ditolak orang?

6. Kenapa Anda tidak peduli dengan cibiran orang?

7. Kenapa Anda ngotot ingin menulis buku?

8. Kenapa Anda istiqomah melakukannya?

     Kenapa...?

     Kenapa...?

     Kenapa...?

Lalu jawablah itu dalam diri Anda sendiri?

Coba tuliskan ulang di kertas atau note Anda, jangan cuma  di  pikiran  dan  hati  saja.  Lalu,  tempelkan  di dinding agar setiap hari Anda ingat itu.

Disadari  atau  tidak,  jawaban  atas  pertanyaan tersebut  akan  memberikan  energi  tersendiri  saat kita melakukannya.

Dari  jawaban  itulaha  yang  akan  membuat  kita bersemangat  untuk  mencapai  target-target  di kehidupan yang  akan  membuat  kita  bertahan  disaat  adanya ujian, cibiran, cacian, dan makian.. yang  akan  membuat  kita  berjuang  keras  untuk melakukan yang terbaik setiap harinya. Kalau  why  nya  sudah  jelas  dan  kuat,  solusi  akan hadir dengan sendirinya. Kenapa  banyak  orang  tiba-tiba  berhenti  nulis  di tengah jalan? Karena why nya nggak jelas.

Kenapa banyak orang menyerah & putus asa hanya karena  naskahnya  dianggap  tidak  layak  atau langsung  minder  gara2  dikritik?  Karena  why  nya nggak jelas. atau kenapa orang hidupnya gitu-gitu aja, tidak ada perubahan? Karena why nya nggak jelas. Tidak  mau  kan,  keinginan  berkarya  hanya  sebatas dilamunan  saja?  Tak  ada  kemajuan,  tak  ada pertumbuhan.

Karenanya: mulailah membangun kehidupan Anda dan  semangat  menulis  dengan  miliki  alasan  yang jelas & kuat.

Ingat ini ya.... Setiap orang tahu apa yang mereka lakukan... (what)

  Beberapa   orang    tahu    bagaimana  mereka melakukannya... (how)  Tapi hanya sedikit orang yang tahu mengapa mereka melakukannya... (why)

  Untuk  itu,  jangan  dulu  membaca  lebih  lanjut sebelum  kamu  siapkan  selembar  kertas  untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas.

Lakukan saat ini juga, atau kamu tidak akan pernah melakukan itu kapanpun !


4. MARI KITA MENULIS DARI HATI KE HATI

  "Menulis yang muncul dari hati, akan sampai pada hati  pembaca.  Begitu  semestinya  yang  harus dipahami saat kita ingin menulis.

  Pilihan diksi (kalimat) tidak perlu aneh-aneh, jelimet malah  mungkin  yang  menulis  pun  belum  tentu paham apa yang ia tulis.

  Saat  menulis,  biarkanlah  hatimu  yang  menuntun. Pikiranmu hanya menimbang proposisi kalimat saja agar tetap pas, sesuai kaidah kepenulisan.

  Saat  menulis  dengan  hati,  mereka  membacanya dengan hati pula. Menembus ke hati. Maka mulailah jujur  dalam  menulis,  sebab  kejujuran  adalah instrumen hati yang utama.

Pilih  kalimat  sederhana  seperti  kamu  bicara  dan menimbang siapa teman bicaramu.

  Hanya penulis yang memperhatikan siapa pembacanya dan tulisanya akan  selalu terkenang. Ia tidak lagi bermain kata, asik sendiri dengan pikiran dan dirinya. Tapi ia libatkan pembacanya. Baginya menulis seperti menghidangkan masakan. Selain  rasa,  tampilan, harga, ketepatan  akan dihidangkan  kepada siapa turut menuntun keputusan menulisnya. Tulisanmu, mewakili dirimu, pikiranmu, perasaanmu, dan pada khirnya  membentuk caramu  melihat  dunia.  Maka  tidak  aneh  jika sebagian  orang  mengenal  pribadi  kita  hanya  dari melihat status dan tulisan sederhana kita dimedsos.

  Action Idea yang ingin saya sampaikan disini adalah;  Mulailah  perbaiki  tulisan  dan  statusmu  dimedsos. Sebab  dengan  cara  itulah  kita  memberitahukan siapa diri kita

5. LUCKY NOTE, SAHABAT SETIA IDE KREATIFMU

  Inilah  rahasia  para  penulis  untuk  tetap  konsisten dalam  menulis.  Melahirkan  banyak  ide,  dalam tulisan?

  Bagaimana  seorang  penulis  mampu  menyajikan tulisan  dengan  baik?  Dari  hasil  pengalaman  hidup yang  ia  alami,  dan  pristiwa-pristiwa  yang  terjadi disekelilingnya.

 ...seolah  mereka  tidak  pernah  kehilangan  ide-ide menarik untuk bahan tulisanya.

Inilah dia rahasianya !

  Ada yang disebut dengan "lucky note" atau catatan keberuntungan.  Seringkali  para  penulis  kreatif memiliki catatan sederhana disakunya.

  Catatan  itu  gunanya  untuk  mencatat  ide-ide  yang tiap  saat  tiba-tiba  muncul  dalam  kepalanya,  baik saat ia mengalami sebuah peristiwa, bertemu orang-orang atau malah saat ia membaca. Intinya, penulis selalu menuliskan ide-idenya dalam sebuah buku sakunya.

Mengapa begitu?

  Bagi seoarang penulis, ide adalah  sebuah  harta karun yang begitu berharga, yang kadang sewaktu-waktu akan lupa, bahkan hilang tertimbun oleh ide-ide yang lain yang bermunculan. Mungkin teman-teman juga pernah merasakan tiba-tiba punya ide dan seketika itupun lupa. Mengingat-ingat lagi pun tidak ketemu.

Itulah pentingnya catatan..!

  Penulis-penulis besar seperti Ernest Hemingway, J.K. Rowling,  hingga  Leonardo  Da  Vinci  pun  selalu membawa  buku  saku  kecil  sebagai  sarana menangkap ide-ide yang bisa saja muncul kapanpun dan di manapun.

  Ternyata  bukan  hanya  penulis,  seorang  arsitek, sutradara atau para pegiat  industri  kreatif  lainya menggunakan  catatan  untuk  mengingat-ingat kembali idenya.

  Sebuah ide memang tidak bisa langsung dituangkan dalam  bentuk  karya.  Tapi  sebuah  ide  bisa
dikumpulkan dulu agar  bisa bersinergi dengan ide yang lain. Dan lebih utuh.

  Saya  selama  ini  selalu  berkeyakinan  bahwa  ide adalah barang berharga. Ide bisa juga kita maknai sebagai inspirasi.

  Hidup tanpa inspirasi apa jadinya. Sebuah ide memang tidak bisa langsung dituangkan dalam  bentuk karya. Tapi  sebuah  ide  bisa dikumpulkan dulu agar  bisa bersinergi dengan ide yang lain. Dan lebih utuh.

  Jadi,  Jika  Anda  ingin  memiliki  suatu  karya  yang berkualitas,  penuh  dengan  ide-ide  yang  menarik, dari  sekarang  Anda  harus  mau  menyediakan  satubuku kecil yang akan terus menemanimu setiap hari.

  Saya tekankan, ini hanya saran dari saya. Anda boleh saja  tidak  mengikuti  saran  ini,  toh  saya  tidak memaksa. Tapi para penulis dunia telah melakukan ini.

6. GAK ADA YANG INSTAN KECUALI ITU MENYESATKAN

  Ingat, Anda tidak akan melakukan sesuatu dengan benar pada awalnya ! Baik  itu  bisnis  ataupun  menulis, diawal-awal memulai pasti banyak sekali kesalahan. Banyak hal yang tidak kita mengerti dan malah gak pede.    Itu wajar.  Belajar  dari  guru  manapun  jawabnya  akan sama.

  Diawal-awal memang berat, tapi bukan berarti tidak mungkin. Semua akan mahir dengan sendirinya dan dengan kapasitas kita masing-masing.

  Saya  ingat  diawal-awal  belajar  nulis,  atau  belajar jualan dari produk atau jasa yang saya miliki, banyak salahnya tapi gendeng orangnya kalau belajar sekali langsung bisa canggih, atau bisa jadi orang itu punya keistimewaan,  tapi  itu  jarang.  Saya  ingin  yang  normal-normal aja. Mulai belajar kesalahan belajar lagi dan belajar dari ahlinya.

 .... melalui pola itu keuntungan kita bisa membaca kelemahan, kapasitas dan kelebihan kita dimana. Ini yang penting dengan begitu kita selalu punya jalan untuk memperbaiki diri.

  Contoh  ketika  saya  ingin  memulai  bisnis,  karena saya  merasa  bisa  menulis  maka,  saya  memulai dengan belajar copywriting, untuk mempromosikan produk  dan  jasa  saya  dan  saya  bersyukur  mulai berdatangan customer secara bertahap sampai saya dan tim sering keteteran.

  Tapi  itulah  berkahnya  bisnis  di  kata  "keteteran," pertanda jualan kita digemari orang. Sampai  ada  teman  yang  ingin  bisnisnya  keteteran juga seperti saya dan minta dibantu dibuatkan teks  promosi atau copywriting secara berkala. Itu berkah karena apa yang saya pelajari terbukti dan membuat bisnisnya kembali keteteran lagi. Itu kisah saya tentang proses belajar. Teman-teman yang  sering  membaca  tulisan  saya  tidak  perlu khawatir terus belajar.

Karena,  (ini  prinsip  yang  harus  selalu  dikenang) bahwa, sukses, berhasil, hebat pada dasarnya ada proses dan upaya menuju.

   Tidak ada yang instan

   Tidak ada yang benar-benar mudah

   Tidak ada yang benar-benar susah, karena yang ada mau  atau  tidak  teman  belajar  dengan  gigih  dan praktek terus sampai bisa.

Itu modal saya. Tidak ada yang lain....
   Lalu bagaimana jika kita gagal. Itu gak jadi masalah gagal itu bisa, saya gagal sekolah, gagal kuliah, gagal jualan,  rugi  bangkrut...  Biasa  aja  nyatanya  saya masih sehat dan bisa terus nyetatus dengan happy.

  Daripada terus mikirin proses yang terlalu panjang, yang mungkin membuat kamu menarik nafas dalam-dalam.  Sebaiknya  ambil  tindakan  dari  sekarang, betul kan?

7. TEKNIK JITU MENGEMAS TULISAN YANG MENARIK

  Inilah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para penulis  pemula,  sehingga  saya  pun  merasa  perlu untuk  memberikan  tips-tips  agar  tulisan  dapat tampil lebih menarik dan enak dibaca. .
  
  Ada  beberapa  prinsip  yang  mesti  teman-teman ketahui  dalam  menyajikan  tulisan  yang  tepat  dan disukai pembaca. Saya sebut dengan 'Diksi Memikat' diantaranya:

1. Tulisan  harus  rapi,  dalam  artian  memahami fungsi-fungsi tanda baca dan kaidah penulisan yang benar. Bahasa tulisan berbeda dengan bahasa lisan.

2. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan target pembaca  kita.  Ini  penting,  sebab  tingkat  keahlian penulis  dilihat  bagaimana  ia  menuturkan  isi  yang komplek kedalam tulis sederhana.

3.  Pilihan  kalimat-kalimat  yang  memancing  daya imajinasi dan emosional pembaca.

4. Sesuaikan  dengan  kapasitas  yang  kita  miliki berdasarkan  ilmu,  keterampilan  dan  pengalaman yang kita miliki.

5. Tidak mengulangi kata-kata yang sama dalam satu kalimat serta gunakan padanan kata yang lain jika menggunakan makna yang sama.

6. Kuatkan  data (sumber)  artinya  pilih data2  yang kuat untuk menjelaskan satu pembahasan.

7.  Posisikan  diri  sebagai  pembaca.  Bagaimana seandainya kamu membaca tulisan sendiri.

Pada  e-book  ini  saya  tidak  membahas  bagaimana langkah-langkah ketujuh teknik diatas.

Telah  banyak  yang  membuktikan  hasilnya,  dan mereka telah memiliki satu naskah siap publik.

Banyak  orang  yang  senang  menunda-nunda keinginan untuk bertindak. Mereka sering berkata;

Ah.. nanti aja deh..

Belum ada duit….

  Dan  pada  akhirnya,  mereka  tidak  pernah menyelesaikan satu naskah pun. Kamu bukan salah
satu dari mereka, bukan?
             
     Semoga artikel ini menambah pengetahuan teman-teman dalam menyajikan sebuah tulis yang menarik. Saya sangat senang sekali dapat sharing pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat untuk teman-teman. Dan saya berharap teman-teman adalah orang-orang yang suka segera mengambil keputusan dan bertindak.

 No Other Day. No Other Minute. No Other Second. Do or Die..!
       

LEJITKAN IDE-IDE KREATIFMU DENGAN POHON KATA
  
  Tidak ada bahan untuk ditulis? Saya sendiri kadang tidak tahu harus menulis apa, kecuali memang saya sedang buntu. Buntu itu, bisa jadi, sebuah kondisi dimana pikiran terhenti pada satu ruang yang kaku, dingin, tidak ada perapian untuk mencairkan pikiran.

Tapi,  benarkah  pikiran  manusia  itu  bisa  buntu sehingga kehilangan daya untuk menulis?

Ada  beberapa  strategi,  salah  satunya,  mengikuti "pohon  kata".  Lemparkan  satu  kata  atau  satu kalimat  di  paragraf  pertama  lalu  kata  lain bermunculan mengikuti keterkaitan dengan kata itu.

  Ketika  saya  sedang  duduk  di  warung  kopi, kebuntuan untuk menulis datang. Tiba-tiba sebuah motor  melaju  kencang  dengan  deru  suara  yang keras. Tanpa banyak pertimbangan, saya gerakkan jemari dan menuliskan satu kalimat pertama:

    "Suara motor itu keras sekali."

  Setidaknya, ada empat kata dalam kalimat itu. Setiap kata bisa dikembangkan untuk kalimat berikutnya. Misalnya dalam kata "suara".  Pikiran kita mencoba menggali pengetahuan tentang suara, dan segala hal yang berkaitan dengannya.

 "Suara motor itu keras sekali. Suara yang menyengat telinga. Rasanya tidak enak, seperti suara Ibu  Kos yang menagih uang sewa. Menyebalkan!"

Atau,  kita  mau  mengembangkan  kata  "motor" dalam  kalimat  itu.  Kita  berupaya,  kemudian, mengaitkan beberapa peristiwa, ingatan, pengalaman, yang terkait dengan motor.

"Suara  motor  itu  keras  sekali.  Saya  juga  punya motor, dengan produk yang sama, dari jepang. Tapi tentu, karena saya punya etika yang baik, saya tahu kenapa  harus  memelankan  laju  ketika  melewati kerumunan orang. Sementara dia tidak."

  Bahkan,  jika  dalam  keadaan  yang  benar-benar buntu.  Satu  kalimat  pun  tidak  ada  dibenak.  Maka tulis  saja  satu  kata,  misalnya  yang  muncul  kata "kecoa". Kemudian masukkan hal-hal yang berkaitan dengan kecoa.

 "Kecoa."
 "Kecoa. Binatang yang bau dan geli. Tapi aku tidak jijik. Aku harus mencoba mencintai semua binatang, sedang belajar jadi animal lover. Ah, apa mungkin?"

  Dengan  cara  itu,  masihkan  ada  kebuntuan? Barangkalu  persoalan  lainnya  adalah  munculnya kekhawatiran  seandainya  tulisan  yang  dihasilkan tidak berjalan sistematis, kesana-sini, absurd, kaotik.

  Menurut  saya,  untuk  tahap  menghasilkan  tulisan, sistematika berada dalam ruang revisi atau editing.

Prinsipnya:  ada  tulisan  dahulu  baru  memikirkan sistematikanya.

Yuk, catat saja jangan ragu.

     Saya sangat merasa senang dapat membagi e-book ini pada teman-teman yang memiliki minat dalam tulis menulis. Semoga e-book ini sangat bermanfaat untuk teman-teman semua.


Semoga Bermanfaat Bagi Semua.. :)


Bandenk$Copy
           

Metode Perancangan Program | Tugas 2


TUGAS 2  METODE PERANCANGAN PROGRAM




1. Buatlah pseudocode & flowchart untuk menghasilkan 1 liter air dengan       menggunakan tabung dengan ukuran 3 liter dan 5 liter.


Diberdayakan oleh Blogger.